Showing posts with label Pengetahuan Alam. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Alam. Show all posts

3/21/2011

Nama Latin Tanaman Obat Yang Ada di Indonesia

Nama Latin Tanaman Obat Yang Ada di Indonesia. Tanaman yang bisa dijadikan obat di Indonesia sangat banyak sekali, karena Indonesia sangat kaya akan sumber daya alamnya, dan semoga juga masyarakatnya juga bisa sejahtera dengan segala kekayaan yang dimiliki bangsa ini. Kali ini saya mau coba share mengenai nama latin tanaman obat yang ada di Indonesia, yang saya dapat dari beberapa sumber di internet juga :D


Kalo gitu langsung aja deh berikut nama-nama latin tanaman obat yang ada di Indonesia :

A
Adas (Foeniculum vulgare Mill)
Alang alang (Imperata cyllindrica {L} Beauv)
Anting anting (Acalypha australis L)
Avokad (Persea gratissima Gaerth)
Andong (Cordyline fructirosa {L} A. Cheval)
Angco (Ziziphus jujuba Mill)
Arbenan (Duschesnea indica {Andr.} )
Asam Jawa (Tamarindus indica L)
B
Bangle (Zingiber purpureum Roxb.)
Brotowali (Tinospora crispa {L} Miers.)
Bunga Kenop (Gomphrena globosa L)
Bandotan (Ageratum conyzoides L)
Ban Zhi Lian (Scutellaria barbata D.Don.)
Bawang Merah (Allium cepa L var.)
Bawang Putih (Allium sativum L.)
Bayam Duri (Amaranthus spinosus)
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Beluntas (Pluchea indica {L} Less.)
Benalu Teh (Loranthus parasiticus)
Bidara Upas (Merremia mammosa {Lour})
Boroco (Celosia argentea L.)
Brojo Lintang (Belamcanda sinensis L DC.)
Bunga Matahari (Helainthus annuus L.)
C
Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.)
Calincing (Oxalis corniculata L.)
Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron)
D
Dan Shen (Salviae milthiorrhizae Bunge)
Daun Kentut (Paederia scandens {Lour.} Merr.)
Daun Mint (Mentha arvensis L.)
Daun Dewa (Gynura segetum {Lour.} Merr.)
Daun Hia (Artemisia vulgaris L.)
Daun Jinten (Coleus amboinicus Lour.)
Daun Sendok (Plantago major L;)
Daun Ungu (Graptophyllum pictum {L} Griff.)
Delima (Punica granatum L.)
E
Ekor Kucing (Acalypha hispida Burm.f.)
G
Gadung China (Smilax china L.)
Gan Cao (Glycyrrhiza glabra L.)
Gempur Batu (Boreria hispida Schum.)
Gendola (Bassela rubra L.)
Ginkgo (Ginkgo biloba L.)
Gandarusa (Justicia genadrusa Burm F.)
Ginjean (Leonurus sibricus L.)
J
Jagung (Zea mays L)
Jambu Biji (Psidium guajava L.)
Jamur Kuping (Auricularia auricula)
Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)
Jati Belanda (Guazoma ulmifolia Lamk)
Jeruk Mandarin (Citrus nobilis Lour.)
Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle.)
Jukut Pendul (Kyllinga v-brevifolia Rottb.)
Jahe (Zingiber offichinale Rocs.)
Jamblang (Eugeniacumini {L.} Druce)
Jali (Coix lacryma-jobi L.)
Jamur Kayu / Ling Zhi (Ganoderma lucidum (Leyss.ex Fr) Karst.)
Jengger Ayam (Celosia cristata L.)
Jombang (Taraxacum mongolicum Hand-Mazz.)
K
Kaca Piring (Gardenia jasminoides Ellis.)
Kapulaga (Amomum cardamomum Auct.)
Kayu Manis ( indicum burmani (Needs.) Bl.)
Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum L.)
Kembang Coklat (Zephyranthes candida Herb.)
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
Kembang Sore (Abutilon (L.) Sweet.)
Kembang Telang (Clitoria ternatea L.)
Kie Cie (Lycium barbaratum L.)
Ki Tolod (Isotoma longiflora Presl.)
Komprey (Symphytum officinale L.)
Kremek (Alternanthera sessilis R.Br.)
Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.)
Kunci Pepet (Kaempferia angustifolia Rosc.)
Kunyit Putih (Kaempferia rotunda L.)
Kaktus Gepeng (Opuntia dilenii (Ker-Gawl) Haw.)
Kejibeling (Strobilanthes crispus Bl.)
Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.)
Kemuning (Muraya paniculata (L) Jack)
Kencur (Kaempferia galanga L.)
Ketepeng China (Cassia alata L.)
Krokot (Portulaca oleracea L.)
Kumis Kucing ( Orthosiphon aristatus BL. Miq.)
Kunyit (Curcuma longa L.)
L
Legundi (Vitex trifolia L.)
Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Vahl.)
Lengkuas (Languas galanga L. Stunz)
Lenglengan (leucas lavandulifolia L.)
Lili(Lilium Sp.)
Lobak Putih (Raphanus sativus L.)
Leunca (Solanum nigrum L.)
Lidah Buaya (Aloe vera L.)
M
Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl.)
Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.)
Mawar (Rosa sinensis Jacq.)
Melati (Jasminum samblas L. Ait.)
Mirten (Malphigia coccigera )
Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
Meniran (Phyllantus urinaria L.)
Miana (Coleus artopurpureus Benth.)
Mimba (Melia azadirachta L.)
Murbei (Morus alba Linn)
N
Nanas Kering (Rgoe discolor L Her. Hance)
P
Pacar Air (Impatiens balsamina Linn.)
Patikan China (Euphorbia thymifolia L.)
Patikan Kebo ( Euphorbia hirta L.)
Pare (Momordica charantia L.)
Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.)
Pepaya (Carica papaya L.)
Pinang (Areca catechu L.)
Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Pegagan ( Centella asiatica L Urban.)
R
Rumput Bambu (Lopatherum gracile Brogn.)
Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa L.)
S
Saga (Abus precatorius L.)
Sambiloto (Andrographis paniculata {Burm.f. Nees.)
Sambung Nyawa (Gynura procumbens Backer.)
Salam (Syzygium polyanthus (Wight.) Walp.)
Sambang Darah ( Excoecaria cochinchinensis Lour)
Sangitan (Sambucus javanica Reinw.)
Secang (Caesalpinia sappan L.)
Selasih (Oimum basilicum L.)
Sereh / Serai (Cymbopogon nardus {L} Rendle)
Sidaguri (Sida rhombifolia L.)
Som Jawa (Talinum paniculatum Jacq.) Gaertn)
Srigading (Nyctanthes arbor-trisis L.)
Suruhan (Peperomia pellucida L Kunth.)
Sawi Tanah (Nasturtium montanum Wall.)
Semanggi Gunung (Hydrocotyle sibthorpiodes Lam.)
Sembung (Blumea balsamifera DC.)
Siantan (Ixora stricta Roxb.)
Sirih (Piper betle L.)
T
Tahi Kotok (Tagetes erecta L.)
Teh (Camelia sinensis {L.} Kuntze)
Tempuh Wiyang (Emilia sonchifolia {L.} DC.)
Temu Giring (Curcuma heyneana Val.)
Temu Kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.)
Turi (Sesbania grandiflora {L.} Pers)
Tapak Dara (Catharanthus roseus {L.} G/Don)
Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)
Teki (Cyperus rotundus L.)
Tempuyung (Sonchus arvensis L.)
Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.)
Temulawak (Curcuma xantorrhiza Roxb.)
Temu Mangga (Curcuma mangga Val.)
Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)
Teratai (Nelumbium nucifera Gaerth.)
U
Urang Aring (Eclipta alba Hassk.)
W
Waru Landak (Hibiscus mutabilis L.)
Wortel (Daucus carota L.)
Wudani (Quisqualis indica L.)

Itulah beberapa Nama Latin Tanaman Obat Yang Ada di Indonesia, semoga bisa bermanfaat :)

Baca juga :
Read more

12/12/2010

Pembagian Wilayah Fauna Dunia

Pembagian Wilayah Fauna Dunia. Persebaran hewan di muka bumi ini didasarkan oleh faktor fisiografik, klimatik dan biotik yang berbeda antara wilayah yang satu dengan lainnya, sehingga menyebabkan perbedaan jenis hewan di suatu wilayah. Seperti diketahui setiap spesies hewan mempunyai kemampuan yang berbeda dalam mengatasi hambatan-hambatan. Andaikan tidak ada hambatan-hambatan maka persebaran hewan akan berjalan terus. Misalnya hewan yang biasa hidup di pegunungan akan sulit hidup di dataran rendah. Atau hewan yang biasa hidup di daerah panas akan sulit hidup di daerah yang beriklim dingin atau kurang curah hujannya. Di samping itu faktor sejarah geologi juga mempengaruhi persebaran hewan di wilayah tertentu karena wilayah tersebut pernah menjadi satu. Namun hewan berbeda dengan tumbuhan yang bersifat pasif. Pada hewan, bila habitatnya dirasakan sudah tidak cocok, seringkali secara masal mengadakan migrasi ke tempat lainnya. Oleh karena itu pola persebaran fauna tidak setegas persebaran flora. Adakalanya hewan khas di suatu wilayah juga terdapat di wilayah lainnya.
Pada tahun 1876 Alfred Russel Wallace membagi wilayah persebaran fauna atas 8 wilayah yaitu: Ethiopian, Palearktik, Oriental, Australian, Neotropical dan Neartik, Oceanik dan Antartik. Untuk lebih jelas dan pemahaman Anda semakin mantap mengenai letak wilayah persebarannya, cobalah sambil mempelajari materi ini juga menggunakan peta dunia. Kedelapan wilayah persebaran fauna tersebut adalah sebagai berikut.
   
Wilayah Ethiopian
Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Selatan Saudi Arabia.Hewan yang khas daerah ini adalah: gajah Afrika, badak Afrika, gorila, baboon, simpanse, jerapah. Mamalia padang rumput seperti zebra, antilope, kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan serangga yaitu trengiling. Mamalia endemik di wilayah ini adalah Kuda Nil yang hanya terdapat di Sungai Nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih kecil. Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di wilayah Oriental seperti: golongan kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar, dan anjing.
   
Wilayah Paleartik
Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi lingkungan wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah hujan maupun kondisi permukaan tanahnya, menyebabkan jenis faunanya juga bervariasi. Beberapa jenis fauna Paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu Panda di Cina, unta di Afrika Utara, binatang kutub seperti rusa Kutub, kucing Kutub, dan beruang Kutub. Binatang-binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain kelinci, sejenis tikus, berbagai spesies anjing, kelelawar. Bajing, dan kijang telah menyebar ke wilayah lainnya..
   
Wilayah Nearktik
Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah ayam kalkun liar, tikus berkantung di Gurun Pasifik Timur, bison, muskox, caribau, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah Palearktik seperti: kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing. (Lihat gambar 3.6)
   
Wilayah Neotropikal
Wilayah persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika .Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Hewan endemiknya adalah ikan Piranha dan Belut listrik di Sungai Amazone, Lama (sejenis unta) di padang pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Wilayah Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna Vertebrata karena jenisnya yang sangat beranekaragam dan spesifik, seperti beberapa spesies monyet, trenggiling, beberapa jenis reptil seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung, dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.

Wilayah Oriental
Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia tenggara. Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat. Hewan yang khas wilayah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop berbagai jenis reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan dengan Afrika.
   
Wilayah Australian
Wilayah ini mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis mamalia bertelur). Terdapat beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakaktua, dan betet. Kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular pitoon.
   
Wilayah Oceanik
Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan kepulauan di Samudra Pasifik. Wilayah ini merupakan pengembangan dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi fauna tertentu. Oleh karena itu jenis faunanya hampir sama dengan wilayah Australian.
   
Wilayah Antartik
Seperti namanya maka wilayahnya mencakup kawasan di kutub Selatan. Jenis fauna yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat dan mampu menahan dingin., misalnya rusa kutub, burung pingguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.


Semoga bermanfaat :)
Read more

12/09/2010

Pengertian Kutub Magnetik Bumi

Pengertian Kutub Magnetik Bumi. Bagi banyak pelaut muda sangat sulit bagi mereka untuk menggambarkan kenapa ada variasi terhadap arah kutub utara dan selatan magnetic bumi diatas peta navigasi yang mereka lihat dan baca selama delapan jam setiap hari (selama mereka melakukan jaga navigasi).

Jawabannya sebetulnya sederhana sekali tapi dibutuhkan penggabungan beberapa ilmu pengetahuan didalamnya. Kutub utara magnetic bumi itu berbeda dengan kutub utara sejati bumi. Mengapa? Karena bumi adalah magnet raksasa yang memiliki dua kutub sehingga kompas dapat selalu menunjuk arah utara dan selatan. Meskipun demikian letak kutub-kutubnya tidak selalu tetap. Menurut para ilmuwan, kutub utara magnet Bumi bergerak dari Kanada ke Siberia secara signifikan.

Kutub-kutub magnet adalah bagian Bumi yang dibentuk oleh besi cair dalam inti Bumi. Letak dan arahnya berbeda dengan kutub geografis yang merupakan sumbu putaran Bumi. Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa kutub magnet Bumi bergerak ke lokasi yang berbeda. Meskipun demikian, mengapa pergerakan ini terjadi masih belum diketahui. “Ini mungkin bagian dari pergerakan normal dan secara bertahap akan kembali ke Kanada,” kata Joseph Stoner, seorang ahli paleomagnetik dari Oregon State University dalam pertemuan American Geophysical Union, Kamis (8/12 ‘09).

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kekuatan magnet Bumi menurun 10 persen dalam 150 tahun terakhir. Sedangkan analisis terbaru Stoner menunjukkan bahwa selama periode tersebut, kutub utara magnet juga bergerak sejauh 1.100 kilometer dari Kutub Utara. Meskipun demikian, kemungkinan hilangnya sifat magnetik sangatlah kecil.

Kutub utara magnet Bumi pertama kali ditemukan pada 1831 dan ketika diukur kembali pada 1904, para peneliti menemukan bahwa letaknya telah bergerak sejauh 50 kilometer. Menurut para peneliti Oregon, tingkat pergerakan kutub magnet itu meningkat seabad terakhir dibandingkan abad-abad sebelumnya. Selama berabad-abad, navigator yang menggunakan kompas harus belajar untuk menyesuaikan perbedaan antara arah utara magnet dengan arah utara geografis Bumi. Sebab, sebuah kompas akan menunjuk arah utara magnetik bukannya arah Kutub Utara. Sebuah kompas yang membaca arah utara di Oregon, misalnya, menunjukkan arah 17 derajat sebelah timur Kutub Utara.

Untuk mengetahui pergerakan kutub magnet Bumi, Stoner dan para ilmuwan lainnya mempelajari endapan yang direkam dari beberapa danau di Arktik. Endapan-endapan tersebut merekam medan magnetik Bumi pada waktu tertentu. Para ilmuwan menggunakan detektor karbon untuk melacak perubahan medan magnetnya. Dengan cara itulah mereka menemukan bahwa arah utara magnet berubah secara signifikan dalam 1.000 tahun terakhir. Perubahannya bergerak antara Kanada bagian utara dan Siberia, tapi kadang-kadang ke arah yang berbeda.

Penjelasan diatas mudah-mudahan akan membuat kita semua dapat lebih memahami cara membaca peta navigasi yang selalu kita gunakan bukan hanya melakukan koreksi variasi dari peta tersebut tetapi juga dapat menjabarkan mengenai darimana variasi tersebut didapatkan.

Semoga bermanfaat :)
Read more

12/06/2010

Jenis-jenis Tanah Yang Ada di Indonesia

Jenis-jenis Tanah Yang Ada di Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah yang berbeda-beda. Berikut ini adalah macam-macam / jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.

Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

Tanah Alluvial/Tanah Endapan
Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

Tanah Podzolit
Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin.

Tanah Vulkanik/Tanah Gunung Berapi
Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.

Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung.

Tanah Mediteran/Tanah Kapur
Tanah mediteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur. Contoh : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tanah Gambut/Tanah Organosol
Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera
Read more

12/04/2010

Pengertian Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis, Sifat Pembaharuan, dan Penggunaannya

Pengertian Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis, Sifat Pembaharuan, dan Penggunaannya. Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.
Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis

Sumber daya alam hayati/biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain.

Sumber daya alam non hayati/abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. Contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain.

Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui/renewable adalah sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. Contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain.

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui/non renewable adalah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. Contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.

Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya/unlimited adalah sumber daya alam yang jumlahnya melimpah di bumi ini. Contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.

Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya

Sumber daya alam penghasil bahan baku adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. Contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain.

Sumber daya alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. Contoh : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.
Read more

12/02/2010

Lempeng Indonesia

Lempeng Indonesia. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi. Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan liquefaction. Besarnya dampak gempa bumi terhadap bangunan bergantung pada beberapa hal; diantaranya adalah skala gempa, jarak epicenter, mekanisme sumber, jenis lapisan tanah di lokasi bangunan dan kualitas bangunan.

Peta Tektonik dan Gunung Berapi di Indonesia. Garis biru melambangkan batas antar lempeng tektonik, dan segitiga merah melambangkan kumpulan gunung berapi. Sumber: MSN Encarta Encyclopedia

Peristiwa tektonik yang cukup aktif, selain menimbulkan gempa dan tsunami, juga membawa berkah dengan terbentuknya banyak cekungan sedimen (sedimentary basin). Cekungan ini mengakomodasikan sedimen yang selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon. Kadungan minyak dan gas alam inilah yang kini banyak kita tambang dan menjadi tulang punggung perekonomian kita sehingga tahun 1990-an.

Indonesia, juga merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang yang cukup besar. Volcanic arc merupakan jalur pegunungan aktif di Indonesia yang memiliki topografi khas dengan sumberdaya alam yang khas juga. Back arc merupakan bagian paling belakang dari rangkaian busur tektonik yang relatif paling stabil dengan topografi yang hampir seragam berfungsi sebagai tempat sedimentasi. Semua daerah tersebut memiliki kekhasan dan keunikan yang jarang ditemui di daerah lain, baik keanegaragaman hayatinya maupun keanekaragaman geologinya.

Indonesia merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang yang cukup besar.
Read more

11/22/2010

Teori Terbentuknya Tata Surya

Teori Terbentuknya Tata Surya. Ada beberapa teori tentang terbentuknya tata surya. Setidaknya ada 5 hal atau 5 teori tentang terbentuknya tata surya. antara lain : Teori Kabut, Teori Planetisimal, Teori, Bintang Kembar, Teori Pasang Surut, Teori Awan Debu (Proto Planet)

Teori Kabut
Teori Kabut disebut juga Teori Nebula.Teori tersebut dikemukakan oleh Immanuel Kart dan Simon de Laplace.Menurut teori ini mula-mula ada sebuah nebula yang baur dan hampir bulat yang berotasi dengan kecepatan sangat lambat sehingga mulai menyusut.Akibatnya terbentuklah sebuah cakram datar bagian tengahnya.penyusutan berlanjut dan terbentuk matahari di pusat cakram.Cakram berotasi lebih cepat sehinggabagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan.Kemudian bahan dalam gelang-gelang memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari.

Teori Planetesimal
Teori Planetesimal dikemukakan oleh T.C Chamberlein dan F.R Moulton.Menurut teori ini,Matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di langit.Suatu ketika bintang berpapasan dengan Matahari dalam jarak yang dekat.Karena jarak yang dekat, tarikan gravitasi bintang yang lewat sebagian bahan dari Matahari(mirip lidah raksasa) tertarik ke arah bintaang tersebut.Saat bintang menjauh, lidah raksasa itu sebagian jatuh ke Matahari dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetesimal.Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa dalam orbit mengitari Matahari.Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi, planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet.

Teori Bintang Kembar
Menurut Teori Bintang Kembar,dahulu Matahari merupakan bintang kembar kemudian bintang kembarannya meledak menjadi kepingan-kepingan.Karena pengaruh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak(Matahari),maka kepingan-kepingan itu bergerak mengitari bintang tersebut dan menjadi planet-planet.

Teori Pasang Surut
Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon.Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet.
Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys.Mereka berpendapat bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari.Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari.Gas-gas panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.

Teori Awan Debu (Proto Planet)
Teori ini dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker kemudian disempurnakan oleh Gerard P.Kuiper pada tahun 1950.Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan yang jumlahnya sangat banyak.Suatu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola.Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi pipih menyerupai cakram (tebal bagian tengah dan pipih di bagian tepi).Karena bagian tengah berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya(Matahari).Bagian tepi cakram berpilin lebih cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil.Gumpalan itu kemudian membeku menjadi planet dan satelit.
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...