1/27/2009

Skripsi, tesis, dan disertasi

Istilah skripsi, tesis, dan disertasi menunjukan pada karya ilmiah mahasiswa yang umumnya digunakan sebagai kelengkapan menyelesaikan tugas akhir perkuliahan. Skripsi, tesis, dan disertasi biasa dikerjakan berdasarkan hasil penelitian lapangan atau hasil kajian pustaka.


Di Indonesia skripsi secara umum digunakan sebagai tugas akhir mahasiswa program S-1 (sarjana), tesis untuk program S-2 (magister), dan disrtasi untuk program S-3 (doktor). Istilah itu sudah baku digunakan di Indonesia sehingga dengan menyebut skripsi saja, bisa dipastikan istilah itu untuk mahasiswa S-1, tesis untuk mahasiswa S-2, dan disertasi untuk mahasiswa S-3.


Di Amerika atau Inggris, istilah skripsi tidak ada. yang ada ialah istilah tesis dan disertasi. Umumnya mahasiswa program S-1 diluar negeri tidak menulis skripsi. Bahkan mahasiswa program S-2 (master’s degree) juga dibagi ke dalam jallur penellitian (by research) dan jalur kuliah (by course). Mahasiswa jalur riset diwajibkan menulis tesis sedangkan mahasiswa jalur kuliah tidak usah menulis tesis. Penelitian dan menulis disertasi baru diwajibkan untuk mahasiswa program S-3 (doctor).


Istilah tesis dan disertasi juga digunakan berbeda-beda di beberapa negara. Di sebagian perguruan tinggi di Inggris misalnya istilah tesis digunakan untuk progaram doctor dan istilah disertasi digunakan untuk program master. Di Amerika, ada perguruan tinggi yang menggunakan istilah tesis untuk program master dan disertasi untuk program doctor; tetapi ada juga yang menggunakan istilah disertasi untuk program master dan tesis untuk program doctor.


Dalam konteks perguruan tinggi di Indonesia, antara skripsi, tesis, dan disertasi dibedakan berdasarkan substansi dan cakupan penelitian yang dikerjakan. Istilah skripsi digunakan untuk menggambarkan laporan penelitian mahasiswa program sarjana. Tujuan penulisan skripsi bagi mahasiswa ialah melakukan latihan penelitian dan latihan menulis laporan hasil penelitian. Skripsi lebih mengacu pada replikasi penelitian terdahulu. Tesis magister ditulis berdasarkan kajian yang lebih mendalam dengan mengemukakan persamaan dan perbedaan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Penelitian untuk menulis tesis magister substansinya ialah penelitian setengah mandiri dengan mengedepankan kajian kritis terhadap suatu hal. Disertasi program doctor ditulis berdasarkan hasil penelitian mandiri dan bertujuan untuk menemukan teori baru atau memodifikasi teori yang sudah mapan. Tujuan pokok penuisan disertasi ialah untuk menemukan "keaslian" temuan dari peneliti.


Secara umum perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasi bisa dilihat dari aspek permasalahan dan aspek kajian pustaka. Dari aspek permasalahan, penulis skripsi tidak dituntut agar penelitiannya bisa memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan. Penulis tesis dituntut untuk menghasilkan sesuatu yang bisa memberikan sumabngan bagi ilmu pengetahuan. Sedangkan penulis disertasi, diharuskan memberikan sumbangan asli bagi ilmu pengetahuan.


Dari aspek kajian pustaka, penulis skripsi cukup memberikan penjelasan mengenai keterkaitan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian lain yang topiknya sama. Penulis tesis dituntut agar menemukan keterkaitan penelitian yang dilakukan dengan hasil penelitian lain yang sama, menemukan persamaan, dan menemukan perbedaan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian yang lain yang sejenis. Penulis disertasi diharuskan bisa mengidentifikasi permasalahan lebih luas, mengemukakan pendapat pribadi dalam setiap pembahasan hasil penelitian lain, menggunakan disiplin ilmu dan kepustakaan lain untuk konteks penelitiannya, dan memaparkan hasil pustakanya dalam kerangka pikir konseptual dan sistematis.


dikutip dari ; (Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah karya Dr. Teguh Budiharso, M.Pd)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...